Cara Memperbaiki Sawit yang Lama Tidak Berbuah dengan Bantuan Kotoran Sapi

 


Pohon Sawitmu Lama Tidak Berbuah? coba Gunakan Kotoran Sapi

Di lapangan, cukup banyak petani kelapa sawit yang mengeluh tanamannya sudah berumur, batang besar, daun lebat, tapi tandan buah tidak kunjung muncul. Ada juga yang pernah berbuah, lalu lama-lama macet, hanya keluar bunga jantan atau bahkan tidak berbunga sama sekali. Kondisi ini bikin petani bingung, karena biaya perawatan terus jalan, tapi hasil tidak ada.

Pengalaman di kebun menunjukkan, masalah sawit lama tidak berbuah sering berkaitan dengan tanah yang “mati”, miskin unsur hara mikro, dan pengelolaan pupuk yang kurang seimbang. Salah satu solusi yang relatif murah dan mudah diterapkan petani adalah memanfaatkan kotoran sapi, dikombinasikan dengan borat dan garam, asalkan cara dan dosisnya tepat.

Berikut ini video ketika saya menggunakan kotoran sapi untuk memperbaki sawit yang tidak berbuah

Memahami Penyebab Kelapa Sawit Lama Tidak Berbuah

Sebelum masuk ke cara perbaikan, penting memahami dulu akar masalahnya. Banyak petani langsung menambah pupuk kimia, tapi hasilnya tetap nihil karena penyebab utamanya belum disentuh.

Kondisi Tanah yang Keras dan Kurang Organik

Tanah yang terlalu padat, keras, atau miskin bahan organik membuat akar kelapa sawit tidak berkembang optimal. Akar sulit menyerap unsur hara, meskipun pupuk sudah diberikan. Akibatnya, pertumbuhan terlihat normal, tapi proses pembungaan terganggu.

Ketidakseimbangan Unsur Hara

Kelapa sawit butuh unsur makro dan mikro secara seimbang. Di lapangan, sering dijumpai tanaman kelebihan nitrogen (daun hijau tua dan lebat), tapi kekurangan boron, natrium, dan bahan organik. Kondisi ini memicu dominasi pertumbuhan vegetatif, bukan generatif (buah).

Kesalahan Pola Pemupukan

Pemupukan yang hanya fokus NPK tanpa memperhatikan kondisi tanah dan umur tanaman sering jadi penyebab sawit lama tidak berbuah. Terutama pada kebun rakyat, pemupukan dilakukan seadanya tanpa evaluasi.

Peran Kotoran Sapi dalam Memperbaiki Sawit Tidak Berbuah

Kotoran sapi bukan sekadar pupuk, tapi juga pembenah tanah. Di banyak kebun rakyat, bahan ini jadi penyelamat karena murah, mudah didapat, dan efeknya jangka panjang.

Fungsi Kotoran Sapi bagi Kelapa Sawit

Kotoran sapi membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, dan menyediakan unsur hara secara bertahap. Tanah yang tadinya keras perlahan menjadi gembur dan lebih hidup.

Manfaat utama kotoran sapi untuk kelapa sawit antara lain:

  • Menambah bahan organik tanah

  • Memperbaiki daya simpan air

  • Membantu penyerapan pupuk lain

  • Menyeimbangkan pertumbuhan vegetatif dan generatif

Kotoran Sapi Basah vs Kering

Di lapangan, petani sering bertanya mana yang lebih bagus, basah atau kering. Keduanya bisa dipakai, tapi perlakuannya berbeda.

Kotoran sapi basah sebaiknya ditumpuk dulu agar fermentasi berjalan dan panasnya turun. Sementara kotoran sapi kering lebih aman langsung diaplikasikan karena unsur haranya sudah lebih stabil.

Peran Borat dan Garam dalam Merangsang Pembungaan

Selain bahan organik, unsur mikro juga punya peran besar dalam merangsang buah kelapa sawit.

Fungsi Borat untuk Kelapa Sawit

Boron sangat penting dalam proses pembentukan bunga dan buah. Kekurangan boron sering ditandai dengan bunga rontok, buah kecil, atau bahkan tidak berbuah sama sekali.

Penggunaan borat dalam dosis kecil tapi rutin dapat membantu:

  • Memperbaiki pembungaan

  • Mengurangi bunga gugur

  • Menstabilkan pembentukan tandan

Fungsi Garam dalam Jumlah Terbatas

Garam (natrium klorida) dalam dosis kecil dibutuhkan kelapa sawit, terutama di lahan jauh dari pantai. Natrium membantu proses fisiologis tanaman dan meningkatkan efisiensi pemupukan.

Namun, garam harus digunakan dengan sangat hati-hati karena berlebihan justru bisa merusak tanah.

Cara Aplikasi Kotoran Sapi, Borat, dan Garam yang Benar

Setelah memahami fungsinya, langkah berikutnya adalah cara penerapan di kebun agar hasilnya optimal.

Persiapan Lahan di Sekitar Piringan

Bersihkan piringan kelapa sawit dengan diameter sekitar 1,5–2 meter dari gulma dan semak. Tanah tidak perlu dicangkul dalam, cukup digemburkan tipis agar pupuk mudah meresap.

Dosis Anjuran per Pohon

Berikut contoh dosis yang sering dipakai petani di lapangan:

BahanDosis per PohonKeterangan
Kotoran sapi15–25 kgBisa basah difermentasi atau kering
Borat50–100 gramDitabur merata
Garam100–200 gramJangan berlebihan

Dosis bisa disesuaikan dengan umur kelapa sawit dan kondisi tanah.

Cara Penaburan yang Aman

Kotoran sapi ditabur melingkar di piringan, tidak menempel langsung ke batang. Borat dan garam sebaiknya dicampur tanah tipis atau ditabur setelah hujan agar cepat larut dan tidak menguap.

Waktu Aplikasi Terbaik

Waktu terbaik aplikasi adalah awal musim hujan atau saat tanah cukup lembap. Hindari pemberian saat tanah kering ekstrem karena efektivitasnya menurun.

Contoh Kasus Perbaikan Sawit Lama Tidak Berbuah

Di salah satu kebun rakyat, kelapa sawit umur 6–7 tahun tidak berbuah hampir 2 tahun. Tanah keras, bekas lahan karet, dan pemupukan hanya NPK.

Perlakuan yang dilakukan:

  • Pemberian kotoran sapi 20 kg per pohon

  • Borat 75 gram per pohon

  • Garam 150 gram per pohon

  • Aplikasi dilakukan 2 kali dalam setahun

Hasilnya, dalam 4–6 bulan mulai muncul bunga betina, dan pada musim berikutnya tandan mulai terbentuk. Meskipun tidak langsung lebat, produksi perlahan membaik.

Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Petani

Beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan antara lain:

  • Memberikan garam terlalu banyak

  • Menempelkan kotoran sapi langsung ke batang

  • Tidak membersihkan piringan terlebih dulu

  • Mengharapkan hasil instan dalam 1–2 bulan

Perlu diingat, perbaikan sawit lama tidak berbuah butuh proses dan kesabaran.

Tips Tambahan agar Hasil Lebih Optimal

Agar hasil lebih maksimal, kombinasikan perlakuan ini dengan:

  • Pemupukan NPK seimbang

  • Drainase kebun yang baik

  • Pengendalian gulma rutin

  • Evaluasi kondisi tanah setiap musim

Pendekatan bertahap lebih aman dibandingkan perubahan ekstrem.

Kesimpulan

Kelapa sawit yang lama tidak berbuah bukan berarti harus ditebang. Dengan perbaikan tanah menggunakan kotoran sapi, ditambah borat dan garam dalam dosis tepat, tanaman bisa kembali merespons dan mulai berbuah. Kunci utamanya adalah keseimbangan, kesabaran, dan konsistensi perawatan.

Jika kamu tertarik, silakan baca juga artikel lain seputar pemupukan kelapa sawit, jarak tanam, dan perawatan kebun rakyat agar hasil makin optimal.

FAQ

Apakah kotoran sapi bisa diberikan setiap bulan?
Tidak disarankan. Cukup 1–2 kali setahun agar tanah tidak terlalu panas dan unsur hara terserap optimal.

Apakah garam bisa diganti bahan lain?
Bisa, tetapi fungsinya berbeda. Garam hanya diberikan jika tanah memang kekurangan natrium, dan dosisnya harus sangat hati-hati.


Previous Post